You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tod blok m jati
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

PT MRT Jakarta Terus Kembangkan Kawasan TOD Baru

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) terus dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda).

"mengoptimalkan nilai lahan di sekitar koridor MRT,"

Pada jalur MRT fase 1 yang telah beroperasi, kawasan Blok M dan Dukuh Atas menjadi dua contoh pengembangan kawasan TOD yang dinilai berhasil. Blok M Hub mencatat rata-rata jumlah pengunjung harian sebanyak 25 ribu orang dengan lebih dari 100 hari aktivasi yang diramaikan oleh 242 pelaku UMKM lokal.

Sedangkan, kawasan Dukuh Atas yang menjadi salah satu titik integrasi terus dikembangkan tidak hanya sebagai simpul transportasi umum, tetapi juga menjadi kawasan urban dengan berbagai aktivitas di dalamnya. Pembangunan pedestrian deck di kawasan tersebut akan menambah nilai fungsi kawasan TOD.

MRT Jakarta Resmikan Hak Penamaan Stasiun Blok A Visa

Kepala Divisi Manajemen Properti PT MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, pengembangan kawasan dilakukan dengan rumus pendekatan 3A+1C, yakni accessibility, amenities, attraction, dan community.

Ia menyampaikan, konsep tersebut meliputi konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas serta ruang publik, kegiatan dan aktivasi kawasan, hingga kolaborasi dengan komunitas.

MRT Jakarta juga berkomitmen untuk mengembangkan kawasan TOD yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya dengan pengelolaan sampah mengacu pada Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

“Terkait rencana pemilahan dan pengelolaan sampah pada kawasan TOD, masih penjajakan mitra. Kita pasti start dari apa yang sudah ditentukan dari Pemerintah. Kita rencananya akan melakukan pemilahan di lokasi, lalu keluar hanya (menyisakan) residu. Ke depan kita akan cari tempat pengolahan, kita juga akan kerja sama dengan perangkat daerah,” ujarnya, Jumat (25/9).

Ia menjelaskan, MRT Jakarta tengah mempersiapkan sejumlah proyek TOD yang berjalan secara simultan dengan pembangunan proyek MRT Jakarta fase 2 rute Bundaran HI-Kota.

Menurutnya, proyek TOD ke depan akan berfokus pada pengembangan properti dan integrasi antarmoda untuk menciptakan kawasan perkotaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan terkoneksi.

“Pengembangan tersebut bertujuan untuk memperkuat aktivitas ekonomi, meningkatkan mobilitas perkotaan, memperkuat konektivitas, serta mengoptimalkan nilai lahan di sekitar koridor MRT,” katanya.

Sebagai informasi, MRT Jakarta berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore juga telah menyelenggarakan TOD Investment Forum 2026 pada Kamis (24/9) di Kantor KBRI Singapura.

Secara khusus pada forum tersebut, MRT Jakarta memaparkan sejumlah proyek TOD yang direncanakan seperti Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Glodok Mixed-Use, dan Lebak Bulus Park & Ride and Mixed-Use.

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengincar peluang investasi pengembangan proyek-proyek kawasan TOD kepada para investor di Asia Tenggara, khususnya Singapura, dalam forum tahunan yang mengusung tema From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity.

Forum tersebut mempertemukan para investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, serta mitra strategis untuk menggali potensi kerja sama untuk proyek-proyek MRT Jakarta dan BUMD lainnya milik Pemprov DKI Jakarta.

Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menunjuk PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai operator utama pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 140 tahun 2017 tentang Penugasan PT MRT Jakarta sebagai Operator Utama Pengelola Kawasan TOD.

Penugasan tersebut kemudian diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2024 yang mewajibkan perusahaan untuk mengembangkan dan mengelola kawasan TOD di sekitar stasiun MRT, serta menjadi integrator transportasi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1253 personTiyo Surya Sakti
  2. Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1227 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

    access_time24-09-2026 remove_red_eye1069 personFolmer
  4. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1032 personAnita Karyati
  5. Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

    access_time25-09-2026 remove_red_eye949 personNurito